Rabu, 08 Agustus 2012

untuk apa ALLAH SWT menciptakan alam semesta , sedangkan ALLAH SWT tidak membutuhkan hasil ciptaan-Nya

Berkaitan masalah penciptaan Allah terhadap jin dan manusia, ada perselisihan antara Ahli sunnah dan Mu'tazilah seperti yang diungkapkan pada aspek satrawinya oleh Prof. Muhyiddin ad Darwisy dalam bukunya: "I'rab al Qur'an al Karim", bahwa Allah swt tidak membutuhkan segala sesuatu dari hambaNya, baik berupa rejeki atau makanan.

Akan tetapi meninjau secara esensial tidak ada perselisihan antara dua golongan ulama tersebut sebab kedua perselisihan itu sama-sama bermuara pada keMahaKuasaan Allah terhadap segala makhluknya. Adapun peribadatan yang Dia sebutkan dalam kalamNya, adalah peribadatan secara kebutuhan makhluk an-sich (saja).

Hal ini diterangkan Allah pada ayat selanjutnya: "Aku tak membutuhkan dari mereka (jin dan manusia) secuil rejeki pun, dan Aku tak meminta mereka untuk memberi makanan " (QS. Adz Dzariyat(51): 57), arti menurut Ibn Abbas: "memberi makanan untuk diri mereka sendiri". Peribadatan sebagai kebutuhan makhluk an-sich tersebut ditekankan dalam ayat ini sebagai argumentasi bahwa justru Allah lah yang memberi rejeki dan memberi makanan kepada mereka, bahkan pada ayat selanjutnya Allah malah menyebutkan dengan asmaNya sendiri: "Sesungguhnya Allah Maha Pemberi Rezeki lagi Maha mempunyai kekuatan yang dahsyat" (QS. Adz Dzariyat (51): 58).

Adapun bila dikaitkan dengan kenapa Allah menciptakan alam semesta, ada baiknya kita kaji kembali nila-nilai yang terkandung dalam firman Allah swt.: " Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta peredaran malam dan siang merupakan tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (Ulil Albab)" (QS. Ali Imran (3);190)

Dalam tafsir al Manar, karangan ulama besar M. Rasyid Ridha pada juz IV, disebutkan mengenai sebab turunya ayat tersebut dari periwayatan Ibnu Abbas, bahwa kaum Quraisy datang pada orang Yahudi dan bertanya: "Dengan apa Musa datang kepada kalian menyerukan firman-firman Allah?", dijawabnya: "Dengan tongkat saktinya dan tangan yang putih memancarkan sinar", kemudian mereka (kaum Quraisy) datang kepada orang Nasrani: "Dengan apa Isa datang pada kalian?" ,dijawabnya: "Dengan menyembuhkan orang buta bawaan dan sakit lepra, serta menghidupkan orang mati. Lalu mereka (kaum Quraisy) datang kepada Nabi saw. dengan pertanyaan yang serupa maka turunlah ayat tersebut.

Disitu M. Rasyid Ridha menerangkan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi begitu pula sirkulasi siang dan malam sebagai sarana berfikir bagi ibaad (para hambanya) agar tidak terjebak pada jenis mirracle (atau keajaiban) hingga mereka bisa lebih leluasa untuk beribadah kepada Allah semata dengan menggunakan pikirannya. Dan ulul albab di atas diterangkan orang yang mepunyai "al lub singularnya al bab" yang artinya poros kehidupan, adapun "akal" bernama "al lub" karena mempunyai proses induktif, memandang, mengambil manfaat dan mendapat petunjuk.

Begitulah penafsiran para Ulama, yang menetapkan sebuah peribadatan sebagai kebutuhan manusia dan Allah swt. tidakmembutuhkan segala sesuatu dari ciptaanNya. Wa Allahu A'lam.



www.google.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

apakah kalian mengerti dengan maksud dan tujuan ALLAH SWT menciptakan alam semesta ini dan semua isi nya ???? :))